Sunday, July 17, 2011

Pengembangan Ekowisata Yang Berbasis Konservasi


 Obyek  wisata  anak gunung krakatau di selat sunda - banten

(www.bantenprov.go.id) – Pemerintah Pusat berencana mengembangkan ekowisata di daerah dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bentuk awal rencana itu dibahas dalam rapat pengembangan ekowisata Banten berbasis konservasi, di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (8/6). Berkenan membuka rapat tersebut Wakil Gubernur Banten H. M. Masduki.

Kawasan obyek wisata pantai anyer

Rapat ini juga dihadiri Dijen Otda dan Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Ditjen Pengembangan Destinasi Kemenbudpar, Ditjen PHKA Kemenhut, Ditjen KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai TNUK, Fakultas Kehutanan IPB, dan undangan lainnya.

Kegiatan ini diprakarsai untuk mengangkat topik pertemuan dalam rangka membangun daerah, yaitu untuk menggali input tentang rencana pengembangan ekowisata di daerah dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.

Panorama  hotel berbintang  dikawasan pantai anyer

“Melalui kegiatan ini saya mengundang saudara-saudara untuk bersama-sama dapat membuat rencana aksi dan komitmen sesuai dengan kompetensi dan kewenangan masing-masing untuk pengembangan ekowisata di Provinsi Banten” imbau Wakil Gubernur.

Ranah manajemen ekowisata meliputi beberapa komponen, yaitu landscape wilayah dan produk (destinasi) ekowisata, pengunjung, masyarakat lokal (host community) dan pengelola ekowisata.

Kawasan konservasi hutan mangrove ujung kulon banten

“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap Banten dapat dijadikan salah satu model pengembangan ekowisata yang berbasis konservasi di daerah” ungkap Wakil Gubernur.

Lebih lanjut Wakil Gubernur berharap dengan konsep ekowisata berbasis konservasi ini, masyarakat dengan kearifan lokalnya menjadi sasaran utama pembangunan yang jauh dari kesan memarginalkan, hutan, laut dengan keindahan alam lainnya agar dapat dinikmati oleh wisatawan dan tetap terjaga kelestariannya.

 Obyek wisata memancing ikan laut dalam di karang kereta ujung kulon banten

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten–Hj.Egi Djanuiswati dalam laporannya menyampaikan saat ini tercatat 204 Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) termasuk wisata ziarah, wisata budaya, wisata alam, wisata bahari dan wisata buatan.

“Salah satu kebanggaan Banten yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan badak bercula satunya sebagai salah satu situs warisan dunia (world heritage sites)” ungkap Kepala Disbudpar Provinsi Banten.

 Kawasan terumbu karang daerah ujung kulon banten


Sumber : Biro Humas Dan Protokol Setda Provinsi Banten (08062011).


http://bantenprov.go.id/get_page.php?link=brt_dtl&id=7524

No comments:

Post a Comment