Tangerang, 18 Januari 2011
(www.bantenprov.go.id) - Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah meresmikan Toko Pertanian Swalayan Indonesia (Topsindo) di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Selasa (18/1).
“Selaku Gubernur, saya menyambut baik dan juga menyampaikan apresiasi kepada PT. Pertani atas keberadaan Topsindo di Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang. Topsindo merupakan salah satu fasilitas bagi kelompok tani untuk mendapat berbagai sarana dan prasarana pertanian. Mulai dari pupuk, ketersediaan bibit unggul dan juga bisa melakukan konsultasi dan informasi-informasi pertanian lain yang dibutuhkan kelompok tani.
Lebih lanjut, Gubernur berharap keberadaan swalayan bidang pertanian ini juga hadir tidak hanya di Tangerang tapi juga di wilayah-wilayah lain di Provinsi Banten terutama untuk membantu ketersediaan kebutuhan pertanian baik untuk petani sendiri maupun bagi gapoktan.
“Semoga keberadaan Topsindo dapat tersebar di seluruh wilayah potensi kelompok tani di Provinsi Banten. Saat ini Banten memiliki 6.778 kelompok tani, 1.129 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang menjadi sasaran PT. Pertani. Topsindo juga harus memiliki program jemput bola menginformasikan hal-hal yang harus dipahami oleh kelompok tani” ujar Gubernur.
Direktur Utama PT. Pertani (Persero) - Dwi Antono mengatakan konsep dasar Topsindo mengacu ke arah apotik pertanian. “Di dalamnya terdapat klinik pertanian yang akan dipandu langsung oleh Dinas Pertanian, sehingga kelompok tani dapat berkonsultasi secara langsung. Topsindo akan menjamin barang-barang yang dijual original, kualitas baik dengan harga standar dan mutu terjamin. Topsindo dapat menjadi kepunyaan masyarakat pertanian, sehingga nanti akan muncul Topsindo di seluruh Indonesia” kata Dwi.
Keberadaan Topsindo juga bermitra dengan kelompok tani dengan budidaya pertanian berbasis kawasan. “Kemitraan berkelanjutan dengan pendekatan kawasan, bukan komoditi. Kalau nanti kita tanam padi, di kawasan tertentu petani menginginkan menanam jagung, maka Topsindo akan menyediakan jagung dan kita tetap bermitra sesuai dengan kebutuhan di wilayah itu. Jadi kita ikuti pola tanam yang ada dengan kesepakatan bersama supaya kita selalu bisa ngawal kegiatan usaha tani” lanjutnya.
Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI-Sumarjo Gatot Irianto mengatakan “sebagai regulator dalam hal pupuk, pestisida, sarana dan prasarana kami mohon ini dibuktikan supaya rakyat ini merasakan langsung dampak dengan adanya Topsindo.
Dirjen juga berharap pertani dapat mengidentifikasi sentra-sentra potensial untuk keberadan Topsindo-topsindo lainnya, memanfaatkan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dengan mengedepankan kemitraan dengan masyarakat” ujar Sumarjo.
Terkait perubahan iklim, optimalisasi peningkatan produksi pertanian di Banten terus harus ditingkatkan dengan upaya memberikan kredit ketahanan pangan dan energi (KPPE) yang akan disinergikan dengan PT. Pertani.
“Upaya ini kami lakukan untuk ketersediaan pangan di Banten. Berdasarkan data dari BPS produksi tahun 2010 telah mencapai surplus kurang lebih 76 ribu ton, bila dikalkulasikan dengan jumlah penduduk, jumlah itulah sebagai ketersediaan pangan dalam mengantisipasi anomali cuaca yang terjadi” ujar Gubernur.
Sumber : Biro Humas Dan Protokol Setda Provinsi Banten (20110119).

No comments:
Post a Comment