AHADIAT JOEDAWINATA
Unsur-Unsur Pemandu dalam Artefak Tradisional
Ringkasan:
Artikel ini membahas tentang produk artefak dan unsur-unsur yang mempengaruhi bentuknya. Yang menjadi studi kasus adalah artefak peralatan, jenis wadah-wadahan di masyarakat Cirebon. Artefak peralatan bukanlah hasil karya desainer tetapi merupakan karya masyarakatnya sendiri untuk digunakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Unsur-unsur pemandu bentuk artefak adalah: (a) kondisi geografis dan ekologis kawasan; (b) ketersediaan material dasar beserta sifatnya; (c) aktivitas manusia yang terkait dengan pemenuhan fungsi praktis kehidupannya, dan; (d) peristiwa sosial, adat dan kebiasaan masyarakat. Melalui unsur ini, dianalisis berbagai jenis dan cara penggunaan artefak anyaman Cirebon, misalnya: ayakan, boboko, nyiru, dan karanjang sasag. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehadiran artefak merupakan hasil interaksi antar unsur pemandu dan terkait dengan peran tubuh manusia dalam proses membuat, membawa serta menggunakannya.
Kata Kunci: Produk Artefak, Wadah, Anyaman, Unsur Pemandu Bentuk.
ANDAR BAGUS SRIWARNO
Efek Ketinggian Permukaan Duduk terhadap Beban Kerja dalam Posisi Kerja Jongkok
Ringkasan:
Posisi kerja dalam postur jongkok, yang sering dijumpai di masyarakat negara berkembang, kerap menimbulkan gangguan kesehatan terutama masalah otot (musculosceletal problems) dan rasa ketidaknyamanan. Hasil identifikasi lapangan menunjukkan bahwa masalah ketinggian duduk yang tidak optimal memberi kontribusi meningkatkan keluhan nyeri pinggang akibat posisi duduk yang kurang tepat. Dalam penelitian ini dilakukan serangkaian uji coba terhadap 14 pria dewasa melalui beberapa metoda pengukuran. Desain sarana duduk yang diujicobakan adalah sebuah model dingklik dengan ketinggian yang berbeda. Ketinggian duduk antara 15 cm dan 20 cm memberi dampak berkurangnya beban kerja fisik. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pengembangan desain fasilitas kerja sebagai implementasi kesadaran akan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) lingkungan industri terutama sektor usaha kecil.
Kata Kunci: Postur Jongkok, Ketinggian Duduk, Elektromiografi, Kinematika.
MOCHAMAD JUNAIDI HIDAYAT, WIDIHARJO, DUDY WIYANCOKO
Pemanfaatan Cangkang Kerang Hijau untuk Pengembangan Produk
Ringkasan:
Kerang adalah salah satu material yang sering digunakan sebagai bahan kerajinan. Penggunaan kerang bukan budidaya mengakibatkan eksploitasi terhadap ekosistem laut yang bisa mengakibatkan ancaman bagi keberlangsungan ekosistem laut. Penelitian ini merupakan penelitian karya (research by project) melalui eksperimentasi material dan proses untuk mencari alternatif pengembangan produk berbahan sisa cangkang kerang hijau. Hasil ekperimentasi digunakan untuk pengembangan produk pakai dengan fungsi sederhana, seperti penutup lampu, wadah saji, pelapis permukaan mebel, dan sebagainya. Secara garis besar penelitian ini dibagi menjadi 2 (dua) bagian besar yakni: (1) proses eksperimentasi melalui pemotongan, dan (2) melalui sisa proses pemotongan. Hasil ini dapat dijadikan acuan diversifikasi, melalui workshop desain, bagi industri kecil-menengah di bidang kerajinan kerang berbasis industri kecil menengah (IKM).
Kata Kunci: Kerang Hijau, Pengembangan Produk, Ekperimentasi Produk.
AJENG PURANTI DEWI, DWINITA LARASATI, G. PRASETYO ADHITAMA
Indikasi Sick Building Syndrome (SBS) pada Desain Dapur Rumah Sederhana Sehat (RSH)
Ringkasan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan dapur di Rumah Sederhana Sehat (RSH) di Indonesia. Ketidaklayakan kondisi kesehatan dapur akan mengakibatkan berbagai keluhan bagi penghuni rumah yang disebut sebagai sick building syndrome (SBS). Sebagai objek studi dikaji delapan kasus desain dapur di RSH di dua wilayah yakni Wilayah Duren Sawit Jakarta Timur dan Wilayah Cidadap Kota Bandung. Untuk membandingkan tingkat kelayakan kesehatan keduanya digunakan metode DCBA. Metode ini menawarkan parameter dan uraian penilaian yang terkait dengan (a) komunitas (b) lingkungan tempat tinggal c) rumah d) sistem interior dan e) dapur. Hasil dari studi menunjukkan bahwa desain dapur di kedua wilayah tersebut mengalami pencemaran udara akibat berbagai unsur polutan. Penghuni mengalami gejala SBS polutan yang berasal dari kegiatan memasak penggunaan material dan finishing di dapur dan penyebab lainnya.
Kata Kunci: Sick Building Syndrome (SBS) Desain Dapur, Metode DCBA.
DONNY MULYA PRIJATNA, DENY WILLY
Tinjauan Kriteria Interior Rumah Berwawasan Lingkungan
Ringkasan:
Upaya rancang bangun berwawasan lingkungan ber¬kelanjutan, termasuk pula perancangan interior hunian rumah tinggal terus menerus dilakukan. Penelitian ini mencari kriteria terhadap penilaian interior hunian rumah tinggal berwawasan lingkungan dengan memodifikasi metode LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) yang disesuaikan dengan kondisi perilaku pengguna serta hunian rumah tinggal di Indonesia. Metode LEED modifikasi tersebut sekaligus diujikan untuk menilai dua obyek rumah tinggal yang: (a) dirancang dengan kesadaran dan pemahaman terhadap kriteria berkelanjutan dan (b) interior rumah tinggal sederhana yang lazim di sekitar kita. Darihasilanalisisditunjuk-Dari hasil analisis ditunjuk¬kan bahwa metode ini bermanfaat untuk menilai kadar keberkelanjutan (sustainability) suatu interior rumah tinggal.
Kata Kunci: Desain Keberlanjutan, Metode LEED, Manusia dan Lingkungan Interior, Rumah Tinggal.

No comments:
Post a Comment